Cinta Yang Salah
Kupejamkan mata menikmati ciuman Mas Arkan yang hangat.
Pandangannya mengedar ke sekeliling kamar, lalu tertuju ke tempat tidur yang berukuran kecil, sekitar 120×2m, kasur busa dibalut sprei katun berwarna merah muda motif mawar.
"Lumayan nyaman tempatnya, dari pada di kamar mandi," ucapnya. Tatapanku mengikuti arah pandangan Mas Arkan.
"Iya Mas, tapi. Aku was-was, takut ada yang datang lagi ke sini,"