Cinta di Bumi Turky
Bapak ikut saya" aku lalu melompat lompat, ia melihatku tersenyum akhirnya senyuman tulus yang sedari tadi tidak ku dapatkan dari clien ku ini.
Akhirnya di lompatakanku yang ke dua dia akhirnya melompat dan mengikutiku, setelah ketiga aku tersenyum pada Emir.
"Bagaiaman pak? Agak rileks?" Tanyaku penuh senyuman.
"Mendingan..." Katanya tersenyum lagi lalu duduk.
"Bagaimana pak, setelah bapak berlari ke tangga"
"Saya menemui kekasih saya sudah tidak bernyawa, dan seseorang bertopeng hitam melakukanya berkali kali, merobek perutnya, aku terjatuh, kau tau aku sedikit phobia tentang darah, pelaku itu tau dan...." Emir kehilangan keseimbanganya, dia memijit kepalanya sebentar. kata-katanya sudah h
Hot Chapters