Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Berawal dari Taruhan, Berakhir Dipinang CEO Tampan

Berawal dari Taruhan, Berakhir Dipinang CEO Tampan

"Dengar, Nes. Andai aku bisa membuka kebusukan Gracia, mungkin aku akan mengatakannya padamu sekarang. Hanya saja, tak elok rasanya jika membicarakan aib buruk yang telah berlalu. Lagi pula, hal buruk itu tak sampai terjadi. Kamu tak perlu tau segalanya, yang jelas, jangan pernah berpikir untuk meraih sesuatu secara instan. Karena hal seperti itu tak akan pernah mengubah hal buruk menjadi baik pada akhirnya." Kutipan-kutipan bijak dari Rajendra seolah-olah mampu membius Ganes dengan cepat. Debar dadanya berdentam-dentam kuat, lantas pamit undur diri dari hadapan sang direktur utama dengan gagap. "Ka-kalau saya sudah tak dibutuhkan, saya izin pamit undur diri." Tak ada jawaban apa pun dari Je
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai kata bijak jangan gengsi
Baca
+Pustaka
SUAMIKU KEKASIH IBUKU

SUAMIKU KEKASIH IBUKU

Air mata jatuh ke pipinya, satu, lalu dua. “Aku takut,” bisiknya. “Takut apa?” Gandes membuka mulut. Menutup lagi. Kata-kata itu seperti racun. Sekali keluar, tak bisa ditarik kembali. Jati menunggu. Tidak mendesak. “Aku… takut tidak jadi ibu yang baik.” Jati tersenyum tipis. Tangannya meraih tangan Gandes. “Kita belajar,” katanya. “Tidak ada yang langsung pandai.”
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171 kali sebagai kata bijak jangan gengsi
Baca
+Pustaka
Pendekar Tombak Matahari

Pendekar Tombak Matahari

"Banyak hal luar biasa bisa terjadi. Berhasil mempelajari Kitab Raga Geni berarti memiliki jalan untuk mencapai puncak sejati. Gagal mempelajarinya berarti mati." Surya Yudha menelan ludahnya dengan kasar. Dia bingung bagaimana harus menanggapinya. "Setiap kebimbangan akan mendekatkanmu pada jurang kehancuran." "Kau bisa mengerti isi pikiranku?" tanya Surya Yudha dengan gugup. "Tidak hanya pikiran, tetapi juga bagaimana perasaanmu."
928.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai kata bijak jangan gengsi
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
Kebo Rawis
Ah, akhirnya menemukan salah satu mutiara terpendam GoodNovel yang bisa jadi alasan untuk mengisi ulang koin. Semoga sang penulis selalu sehat agar cerita ini lekas diselesaikan dan tidak membuat penasaran.
Rana Semitha
Regulasi GN yang baru membuat harga satu babnya menjadi 14 koin. Hal itu tidak disampaikan kepada para penulis sehingga banyak penulis yang tidak menyadari. Untuk para pembaca, bisa membaca mulai bab 65, di bab tersebut saya menulis cukup banyak kata hingga bab-bab berikutnya. Terima Kasih
Baca Semua Ulasan
Istri Pura-Pura Direktur Kejam

Istri Pura-Pura Direktur Kejam

Fikri memasang wajah sedih. “Makanya kalau tikungan, gak apa-apa jalan miring sedikit, asalkan gasnya jangan diundur.” Kirana memberikan filisofi. “Ya udah, duluan ya, Mas. Takut Mas Dzaka nyariin.” “Silakan, Nona.” Fikri mengangguk hormat. ******
109.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 228 kali sebagai kata bijak jangan gengsi
Baca
+Pustaka
Perjanjian Leluhur

Perjanjian Leluhur

"Tapi aku pasti datang kalau kau menjelekkan aku." "Kakek memang jelek, kok baper sih?" Sekali lagi Cakra kena jitak lumayan keras. Kemudian terdengar suara Ki Gendeng Sejagat yang menjauh, "Aku suka dengan sikapmu pada Kupu-kupu Madu dan Bidadari Penabur Cinta. Mengalahkan musuh kadang tidak perlu dengan membunuh."
9.947.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai kata bijak jangan gengsi
Tampilkan Ulasan (21)
Baca
+Pustaka
Enday Hidayat
Telah terbit karya saya "Mengejar Cinta Puteri Bangsawan" bercerita tentang perjuangan Arjuna dalam mencari bapaknya untuk memenuhi persyaratan acara lamaran klan Angada. Bagi reader yang suka romantika cinta dengan latar cerita abad 21 dan abad 16, cerita ini cocok untuk diintip sejenak.
Kurnialam
Satu Hal yang membuatku makin suka baca novel ini adalah tata bahasa yang digunakan adalah tata bahasa millennial. So, saat kekaguman pada Bastian Tito & Kho Ping Hoo berpadu dengan bahasa Gen Z, novel ini memberikan nuansa yang segar & mengena di hati. Terlebih ada sentuhan kritik Bang Iwan ......
Baca Semua Ulasan
DIJODOHKAN MAMA

DIJODOHKAN MAMA

tanya Ziva pelan, suaranya nyaris bergetar. Kakek terkekeh. “Hehe, Kakek sehat kok. Cuma lagi pengen ngomong banyak aja, takut nanti keburu lupa.” “Lupa?” “Iya, lupa ngasih pesan penting buat kamu. Nih, catat ya…” katanya sambil mengangkat jari telunjuk, gaya khasnya kalau mulai serius. “Pertama,” ujarnya, “jangan pernah adu gengsi sama pasangan. Gengsi itu api kecil yang bisa bakar rumah tangga kalau gak dimatiin.”
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai kata bijak jangan gengsi
Baca
+Pustaka
TERLAHIR KEMBALI SEBAGAI LEGENDA

TERLAHIR KEMBALI SEBAGAI LEGENDA

Kalau tidak, Yoga sang bajingan tidak akan membiarkannya pergi. Gengsi tentu saja penting. Tapi sebagai perbandingan, nyawa lebih penting daripada gengsi! Di bawah penghinaan besar, Tegar terpaksa menundukkan kepalanya untuk bertahan hidup. Di bawah pengawasan semua orang, dia tidak punya pilihan selain mengakui kekalahan. "Terima....." "Aku terima kekalahan, oke!" cepat lepaskan kakimu!"
1044.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai kata bijak jangan gengsi
Baca
+Pustaka
Jiwa yang Berbeda

Jiwa yang Berbeda

"Aku sudah bilang, kan? Di dimensi mana pun, aku akan selalu menjadi pelindungmu. Drama Siska hanyalah debu kecil di sepanjang jalan panjang yang kita lalui." Mereka menatap langit malam Yogyakarta yang kini terasa lebih bersih. Badai digital telah berlalu, menyisakan pelajaran berharga bahwa kebenaran tidak perlu berteriak untuk didengar. Cukup dengan ketenangan, tindakan yang nyata, dan perlindungan pada mereka yang lemah, fitnah akan gugur dengan sendirinya di tangan waktu. Banyu Grafika kini semakin kokoh, dan keluarga mereka kini bersiap melepas satu lagi ksatria muda menuju gerbang cahaya.
702 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai kata bijak jangan gengsi
Baca
+Pustaka
Burung Ajaib: Bukan Perjaka Tua Biasa

Burung Ajaib: Bukan Perjaka Tua Biasa

balas Dirga, matanya mulai basah oleh air mata mengingat betapa dirinya hidup hanya gali lubang tutup lubang. "Dengar, Dirga. Setiap orang punya masalah sendiri, ketika mereka mengejek dan mencemooh kamu ... sebenarnya mereka cuma melupakan masalah mereka, menganggap ejekan itu akan membuat kehidupan mereka lebih baik. Fokus kamu bukan mendengar ejekan mereka, tapi memperbaiki diri dan pola kerja. Kamu memiliki bakat berkebun dan beternak, di jaman uang serba susah kamu masih bisa bertahan dengan cara tradisional itu bagus sekali. Mbah yakin kamu memiliki masa depan yang baik, jika kamu merubah diri dari sekarang. Pulanglah, mulai semua dari awal," tutur Mbah Kasidi memberikan petuah, Dirga
385 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai kata bijak jangan gengsi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status