Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Nama Kontak Yang Menyakitkan Hatiku

Nama Kontak Yang Menyakitkan Hatiku

jawabku "apa kau gila Mas, kita berusaha untuk membuat wanita itu meninggalkanmu jadi tolong ikuti saja aturannya dan katakan saja iya jika Hakim bertanya!" "ya, baik." "sepertinya kau masih kasihan pada Fathia ya," ucap Mila dengan sinis. "bukan begitu mil tapi aku rasa kita terlalu kejam padanya," balasku. "kau tahu kan, memfitnah orang itu dosa dan balasan dari membuat fitnah itu sangat menyedihkan!"
1088.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai kata-kata attitude
Baca
+Pustaka
Ikatan Hati

Ikatan Hati

Adrian menjawab. Oh, tolong digaris bawahi kata kita. Kita. K-I-T-A! Ki-ta! Kalian pasti mengerti, jadi tak perlu dijelaskan lagi. Mari bersmirk ria pada Tuan muda Adrian Bimantara. ***
106.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 245 kali sebagai kata-kata attitude
Baca
+Pustaka
Hati yang lemah

Hati yang lemah

Warning: Kata-kata kasar, tidak untuk ditiru. Kelvin Backmore's pov ...................................... Sialan! aku sudah tau ini pasti akan terjadi cepat atau lambat, sejak dia ikut bergabung. Namun aku dengan begitu naifnya berfikir kalau dia tidak akan membuat masalah dengan wajah polos dan otak dungunya itu. Benar-benar sialan!.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai kata-kata attitude
Baca
+Pustaka
RENDEZVOUS

RENDEZVOUS

"Saya diam bukan berarti saya takut, karena dari awal juga saya tahu jika dalam bekerja gak ada yang bisa saya percaya jadi saya bisa sendiri. Sedangkan Mbak Nata? Mbak Nata takut kalo orang lain ninggalin Mbak Nata. Jadi menyebarkan hal semacam ini cara mbak Nata buat bertahan. Sayangnya harus dengan cara jatuhin saya." Kanza berdiri menatap Nata yang kehilangan kata-katanya. Nata benar-benar marah sekaligus malu. Ia semakin marah ketika Kanza menatap dirinya dengan cara seperti itu. Ia tidak suka. "Kalo Mbak ada niatan mau minta maaf bakal saya maafin tapi kalo enggak, saya bukan orang yang baik jadi jangan harap maaf dari saya."
1010.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 249 kali sebagai kata-kata attitude
Baca
+Pustaka
Istri yang Kau Remehkan

Istri yang Kau Remehkan

Damar memberi nasehat standar. "Mengubah attitude dan kebiasaan itu memang tidak mudah. Karena atitude dan kebiasaan itu seperti bau badan kita sendiri. Kita tidak akan menyadari kalau kita punya bau badan. Artinya orang lain lah yang bisa melihat attitude dan kebiasaan kita. Sampai di sini paham 'kan, Pras?"
1082.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai kata-kata attitude
Baca
+Pustaka
Suamiku Bukan Tukang Sol Sepatu Biasa

Suamiku Bukan Tukang Sol Sepatu Biasa

Rayan tidak suka berbelit-belit dan tidak mungkin baginya untuk menjelaskan secara lebih mendalam sehingga dia pun hanya berkata, “Attitude.” Agatha menelan ludah dan Rayan melanjutkan, “Kamu bisa dibilang memiliki kemampuan yang hebat, Agatha. Kemampuan bahasa asing yang mumpuni, lulusan luar negeri dengan predikat bagus dan … menguasai banyak hal.” Pria muda tampan itu mendesah, “Sayangnya, di luar itu kamu nggak bisa menghargai orang lain, bahkan pada staf lain yang lebih tua dari kamu.”
1025.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 529 kali sebagai kata-kata attitude
Baca
+Pustaka
Cold And Sweet Marriage

Cold And Sweet Marriage

Attha mendadak kaku, tanpa sadar telah mengatakan hal yang seharusnya tidak ia katakan di depan Aera. "Bukan hal yang penting," elaknya. "Kalau tidak penting, kau pasti tidak akan mengatakannya, bukan?" Aera benar-benar tahu watak sang adik yang sangat berbeda dengannya saat tengah berbicara. Jika ia akan lebih banyak mengatakan hal-hal yang berbobot, lain halnya dengan Attha. Semua yang keluar dari mulutnya, hampir semuanya adalah kata-kata yang mengandung makna lebih.
104.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai kata-kata attitude
Baca
+Pustaka
Hasrat Sang Guru

Hasrat Sang Guru

Senyuman yang sengaja dibuat Aditi untuk mengacaukan pikiran Vidwan yang sudah ibarat benang kusut. "Terima aku apa adanya.” Vidwan langsung tertawa. Kalimat Aditi benar-benar seperti lelucon di telinga Vidwan. “Aku juga akan menerimamu apa adanya." Ujar Aditi dengan mimik muka serius. Aditi sebenarnya kesal dengan reaksi Vidwan yang jelas meremehkan dirinya, tetapi Aditi berusaha menahan diri. Sejauh ini Aditi sudah mampu menekan amarahnya dan wanita itu tidak ingin menyerah meskipun ia tahu kesabarannya sudah melebihi ambang batas.
10193.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.8K kali sebagai kata-kata attitude
Baca
+Pustaka
Kembar Dua: Daddy, Berhenti Mengganggu Mommy!

Kembar Dua: Daddy, Berhenti Mengganggu Mommy!

“Apa yang kau kagumi darinya?” Kate menatapnya balik, mulutnya membuka untuk menjawab, namun tak langsung keluar. Sejenak ia mempertimbangkan kata-kata yang tepat. “Pak Nick adalah pria yang sangat baik,” ucapnya. “Ia tegas, tetapi tidak menyeramkan.” Tanpa sadar, Kate tersenyum kecil saat mengatakannya. "Pak Nick sangat karismatik." Matt yang melihat itu, rahangnya mengencang tipis.
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai kata-kata attitude
Baca
+Pustaka
Maaf, Aku Memilih Mundur

Maaf, Aku Memilih Mundur

“Udah kere, gak punya sopan santun pulak!” “Apa yang mau dibanggain, Mbak? Attitude gak ada, dompet pun syulit! Cuma modal puler alias pupu diler kok bangga! Salah kostum, Mbak?” imbuh ibu-ibu itu dengan aksen medok yang sangat kental.
1028.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 935 kali sebagai kata-kata attitude
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status