Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bayang di Balik Kabut

Bayang di Balik Kabut

Di sekelilingnya, bayangan berbisik, memperlihatkan kilasan masa lalu yang tak pernah ia lihat: — Seorang perempuan berwajah mirip dirinya, melahirkan di altar kuno. — Seorang pria bermata gelap berdiri di tengah kabut, membelah dunia dengan tangannya sendiri. — Bayi kembar dipisahkan, satu dibawa ke cahaya… satu disembunyikan dalam bayangan. Suara kembali bergema, kini lebih jelas: *“Anakku… kau datang.”*
854 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai kata kata bayangan
Baca
+Pustaka
Resep Rahasia Sang Pecundang

Resep Rahasia Sang Pecundang

Itu bukan sekadar bayangan; itu adalah sebuah luka pada realitas, sebuah sobekan di kain semesta tempat kebencian murni merembes masuk. Tawa Ki Gendeng, yang kini terdengar seperti beling yang digerus, tidak lagi bergema di pikiran, tetapi keluar dari mulut bayangan itu, memenuhi dapur dengan getaran yang membuat gigi terasa ngilu. “Kau lihat, Radit?” desis bayangan itu, matanya yang kosong menatap Luna dengan tatapan posesif yang memuakkan. “Kau bertarung demi ‘kebenaran’, demi ‘warisan’. Kata-kata besar yang kosong. Tapi pada akhirnya, kau hanyalah seorang pria yang takut kehilangan mainannya.”
1.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai kata kata bayangan
Baca
+Pustaka
Di Balik Bayang-Bayang Keluarga

Di Balik Bayang-Bayang Keluarga

Sebuah janji dalam sentuhan itu. "Kamu menyelamatkan dirimu sendiri, Ratuku." Saat matahari terbenam di bawah cakrawala, cahaya keemasan yang tersisa membuat bayangan mereka hingga menyatu menjadi satu, tak dapat dibedakan satu sama lain. Adegan ini lebih abadi daripada lukisan apa pun yang pernah Erianna ciptakan. Namanya Kebebasan dan Cinta. (Tamat)
5.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai kata kata bayangan
Baca
+Pustaka
Bayang Pedang Cahaya Bulan

Bayang Pedang Cahaya Bulan

kata Yue Chen, "tanpa kami, semua orang di ruangan ini adalah abu." Kalimat itu tidak keras, tidak tajam, tidak pula memohon. Hanya fakta. Fakta lama yang meski sering diceritakan, tetap menyimpan kekuatan yang tak wajar, kekuatan yang berasal dari kebenaran, dari kenangan, dari sesuatu yang meski telah lama berlalu, masih terasa hidup di ruangan ini. "Bukan karena kami baik hati," lanjutnya. "Bukan karena kami pahlawan. Bukan pula karena kami memiliki alasan mulia untuk menyelamatkan sekte ini."
10718 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai kata kata bayangan
Baca
+Pustaka
Karma(penyesalan)

Karma(penyesalan)

Bagi Amitra, setiap kata yang Adinda keluarkan, seperti sebuah pedang yang sedang menghunus, mencabik cabik dagingnya, sedikit demi sedikit. Walaupun kejadian itu sudah berlangsung setahun yang lalu, tetapi rasa sakit itu mulai ia rasakan kembali. Rasa nyeri yang sudah ia sembuhkan dengan beribu cara, Rasa sakit yang hampir saja membunuhnya, Rasa cemburu yang membuatnya tak bisa melupakan semua keskitan itu. Kini harus ia telan kembali. Perlahan, ia hapus airmatanya yang jatuh berderai dengan deras. Tangannya gemetar, walau hanya sekedar menghapus airmatanya, yang tak bisa dihentikan.
1054.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai kata kata bayangan
Baca
+Pustaka
Jin Qorin, Sang Kembaran Jiwa

Jin Qorin, Sang Kembaran Jiwa

Kata Bayu meyakinkan. “Tidak sakit?” Tanya perempuan itu ragu-ragu. Perempuan itu memutuskan untuk membaringkan suaminya. Bayu mendekat lalu membaca doa di dalam hatinya. “Kamu Jin jahat enyah!” Bentak Bayu sambil mendorong Bayangan Hitam itu dengan keras. Semua orang termasuk Kartika dan perempuan itu tertegun mendengar perkataan dan melihat tindakan Bayu.
9.315.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 449 kali sebagai kata kata bayangan
Baca
+Pustaka
Bayang-Bayang Shunmak

Bayang-Bayang Shunmak

Konsol kendali canggih dengan tombol-tombol bercahaya tersebar di hadapan, lengkap dengan tongkat kendali yang secara otomatis bergerak perlahan dalam mode auto-pilot. Perasaan Farid pun kembali tenang. “…” Pada jendela kokpit panoramis di mana Farid menghadap, terbentang pemandangan menakjubkan lautan awan yang berbayang saat menjelang fajar. Masya Allah.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai kata kata bayangan
Baca
+Pustaka
PENDEKAR TERAKHIR TANAH JAWA

PENDEKAR TERAKHIR TANAH JAWA

Dilihatnya sekelebat bayangan hitam berlari di atas atap. “Sial!” teriak Kyai Rangga sambil melompat ke atas atap untuk mengejar bayangan hitam itu. Bayangan itu melesat bagai busur anak panah di kegelapan malam. Kyai Rangga dengan kemampuannya yang tinggi mencoba mengimbangi kecepatan orang itu. Dia melompat dan berlari dari satu atap ke atap rumah lainnya dengan kecepatan yang luar biasa. Kyai Rangga berusaha meninggkatkan kecepatannya, tetapi bayangan hitam yang dikejarnya telah lenyap di telan malam. Kyai Rangga sebernarnya dapat mengimbangi kecepatan penyerang itu, tetapi karena sudah ketinggalan beberapa puluh meter, Kyai Rangga tidak bisa mengejar lagi. Dia berhenti di sebuah atap rum
1011.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 382 kali sebagai kata kata bayangan
Baca
+Pustaka
Bayangan Dalam Pandang

Bayangan Dalam Pandang

‘Gelap’ adalah salah satu kata yang muncul di dalam benakku untuk menggamparkan panorama yang tersuguh di depan mata. Padahal saat ini masih pukul satu di siang hari, tetapi tempat ini jelas-jelas menyuguhkan suasana malam. Bukan matahari yang berada di puncak kepala, melainkan bulan sabit berwarna kehijauan. Ditambah dengan kemunculan kabut yang menjadi semakin tebal dalam setiap pijakan kaki. Hal ini membuat aku, Satoru, Yuma-san, Shiroyama-san dan beberapa orang dari kepolisian semakin kesulitan menerobos hutan belantara misterius ini.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai kata kata bayangan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status