SERULING SAKTI SANG NAGA
Tetua Wang yang memperhatikan gerak-gerik muridnya, menyeringai licik, “Memiliki murid bodoh sungguh menguntungkan.”
Pria tua itu meninggalkan ruang baca menuju kamar tidurnya. Saat memasuki kamar, ia melihat seekor burung merpati pos bertengger di ambang jendela kamar yang sengaja ia biarkan terbuka.
Tetua Wang menangkap burung merpati itu dan menemukan gulungan surat yang diikatkan pada salah satu kakinya.
Setelah melepaskan hewan unggas yang ada dalam genggamannya keluar jendela, tetua Wang membuka gulungan kertas kecil itu. Di dalamnya ada pesan singkat, “Kuil Ta Tung, malam purnama.”