MENANTU PILIHAN IBU
"Rum, kau sudah menjadi seorang istri sekarang, Nak. Bersabarlah Nak jika kau lelah mengahadapi suamimu, karena kerasnya hati lelaki berada pada kelembutan tutur kata istrinya. Sekarang, penuhilah hatimu akan cinta padanya, tumbuhkanlah cinta itu dihatimu, Rum. Jika bukan kau yang memulai maka dia pun tak akan tersentuh. Kau lihat bagaimana Ibu melayani Ayahmu. Setitik pun tak pernah ada kata mengeluh keluar dari mulut Ibu dalam mengurusnya. Ibu pun ingin kau seperti itu, memiliki sabar yang seluas-luasnya. Ibu tahu, jika kau melakukan pernikahan ini karena tidak ada pilihan, tapi Rum, belum tentu apa yang kau lihat baik, baik bagimu. Justru Allah Maha Mengetahui segala kebaikan bagi diri ki
Hot Chapters