Bias Cinta
“Kamu panggil apa tadi?”
“Hmm …” Cinta hanya menggumam dengan kedua mata yang sudah tertutup erat.
“Ngomong apa tadi, Cin? Cintaku?”
“Diam … aku ngantuk.”
“Tap–”
“Nggak diam, nggak usah meluk.”
Bias terdiam dengan senyum tipis yang terukir di bibirnya. Ia menatap sisi wajah Cinta yang sudah memejam mata, lalu berbisik, “I love you, Cintaku.”