SETELAH TALAK TIGA
Aku sama sekali tak menoleh, kusematkan seulas senyum getir, rasanya sudut hati ini sakit sekali.
"Kau mengatakan sangat sulit mendapatkan cinta Abimana. Dengar! Aku sama sekali tidak mengejarnya, dia datang sendiri menawarkan cinta padaku."
Aku menjeda ucapan, melihat ekspresi wajahnya dari ujung mata, kedua alis itu menukik tajam, dia sedang memendam amarah, rasakan!
"Aku tidak se-murahan itu, mengemis cinta pada seorang lelaki, seperti ... kamu," Aku menantang tatapan mata Kiara yang menyala dalam keremangan, dia terlihat sangat geram.
Bab Populer