KALI KEDUA
“Iya, Sayang.”
Ken langsung bersorak ria. Ia melompat di atas kasur. Sudah sangat lama ia tak memancing atau berkebun. Oh tidak, bermain catur juga. Bermain bola dan masih banyak lagi. Ken tentu sangat senang karena hanya Opa yang bisa mengajarinya permainan yang berbeda. Ken jadi tidak sabar menanti itu. Biasanya Opa akan membawanya bermain di luar rumah, entah mereka memulai bersepeda kemudian berkebun dan memancing lalu diakhiri dengan bermain sepak bola, yang tentunya setiap pulang ke rumah Ken akan membawa luka ringan di bagian lutut atau pun lengannya. Itu tidak masalah, justru ia senang dan nantinya Mami lah yang akan mengomel sambil mengobati lukanya.
Hot Chapters