Ibu, Jangan Tinggalkan Kami
"Bagaimana Kakek?"
"Beliau hanya mau makan sedikit." Ibu menghela napas.
Kakek Atma memang sedang tidak enak badan, mengeluh pusing sejak tadi pagi. Tetapi, masih bisa menbaca seharian.
"Nanti sore aku ke pesta ulang tahun seorang teman, Bu. Nggak apa-apa, kan?"
"Astaga, tentu saja nggak masalah, Sinar. Semoga di pesta temanmu itu, kamu bertemu seorang laki-laki yang bisa membuatmu jatuh cinta," ujar Ibu.