SUAMIKU KEKASIH IBUKU
Kata-kata yang benar menggantung, tapi tak bisa turun.
"Ma..." ia berbisik. "Besuk aku ingin ngobrol."
"Tentu. Mau cerita apa saja, Mama dengar."
Suara Kanaya terdengar biasa, hangat, seperti selalu. Tidak ada celah, tidak ada tanda hal-hal yang tadi dilemparkan para ibu persit ke wajahnya.
"Baik, Nak. Jaga diri. Jangan banyak menangis."
Gandes menahan suara. "Iya. Mama juga."