Love Me, Sersan!
"Orang akan bisa menilai mana yang benar dan mana yang salah, sayang. Karena itu kalimat bijak mengatakan, kita tidak perlu menjelaskan kebaikan kita kepada orang yang membenci kita, sebab sebesar apa pun kebaikan itu, dia akan tetap menganggap itu buruk. Langit tidak perlu menjelaskan bahwa dirinya tinggi. Dia hanya cemburu saja itu."
"Sepertinya begitu. Tapi bagaimana pun, Mas, enggak boleh mengulanginya lagi nanti."
"Siap."
"Janji?"
"Janji!"
"Benar, ya."
"Iya. Tadi saya hanya emosi saja melihat dia lihati kamu seperti itu. Seperti mau makan kamu saja dia. Saya saja masih nahan-nahan untuk makan kamu."
"Ish!" Aku kembali menambahkan emoticon mendelik yang ia balas dengan emoticon tawa terb
Hot Chapters