Malam Terlarang Bersama Paman
Dan masalah ini bisa dikatakan puncak dari kehancuran hidup Nada.
“Aku kira, peristiwa malam terlarang yang pernah aku lewati bersama Om Adrian adalah titik terendah hidupku.”
Nada meremas bajunya. Pipi dia sudah benar-benar basah. Bahkan bibirnya sudah terluka, karena dia terus menggigitnya.
“Ternyata aku salah. Semesta masih menghujamku, dengan fakta kematian orang tuaku.”