Pesona Istri Yang Kuabaikan
Memakai baju sesukanya, rambut gondrong dan ciri-ciri yang tidak disukai oleh kebanyakan orang, terutama sepertiku.
"Nih pakai lagi!" Serunya sambil menyodorkan jilbab itu padaku.
Pria itu membuang muka, tidak mau menatap padaku. Saat itu, aku merasa dia pria yang baik. Tak mau melihat sesuatu yang tidak sengaja terbuka di depan matanya.
"Terimakasih, Kak," ucapku sambil berlalu dari hadapannya.
"Eee tunggu dulu, enak aja main pergi-pergi," cegahnya seraya memegangi ujung bajuku.