Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sleep With My Enemy

Sleep With My Enemy

jawab Ciara beralasan lalu mengambil tumbler di tasnya. Tak lama kemudian guru Bahasa Indonesia pun memasuki kelas. Pak Sastra Wijaya menyapa murid-muridnya dengan ramah lalu berkata, "Subtema kita pagi ini adalah puisi kontemporer. Bapak akan memberi tugas untuk kalian, buat sebuah puisi modern boleh berima atau tak terikat rima sebanyak tiga bait. Silakan dikerjakan hingga 30 menit ke depan ya!" "Baik, Paak!" seru para murid kelas 10-A kompak.
9.818.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 600 kali sebagai kata-kata puitis sastra
Tampilkan Ulasan (40)
Baca
+Pustaka
Dilla dilawan
seru yah ngeliat para besan ini kompak. apalagi kolab masak sampe2 masakan rumah makan padang pindah ke rumah mereka.... kadang kan kl besan2an ini suka saling ga mau kalah ya kan. duh mama nya igo bikin hati mama cia makin resahkan. yg udah kepikiran jd makin kepikiran. andai dia tau kl suaminya...
Kania Putri
bener banget urusan Steven mending serahkan sama igo kamu cuma duduk manis aja. eh ampun abis kelar makan full tenaga dia anuan astaga kentang amat sih mana udah bugil gitu lanjut gak ya??? tapi masih penasaran tega banget tuh Hartono menghiasi mama Wina kurang bersyukur kamu astaga, keplak juga nih
Baca Semua Ulasan
My Destiny

My Destiny

’ ‘Kau seperti bintang yang bersinar terang. ‘Meski hilang ditelan gelapnya malam, sinarmu telah masuk kedalam relung hatiku ....’ ~Secret Admirer~ Satria tertegun. Tak dapat dipungkiri, ada rasa takjub dalam dirinya setelah membaca puisi singkat yang ditulis dengan kaligrafi latin tersebut. Selama ini dia memang sudah sering menerima surat. Kebanyakan dari surat-surat itu berisi kata-kata yang biasa, lebay, dan malah membuat Satria seketika merasa geram. Namun, surat ini berbeda. Meski sajaknya singkat, tetapi arti dan makna si penulis tiap bait sangat terlihat jelas bagi siapapun yang membacanya.
105.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai kata-kata puitis sastra
Baca
+Pustaka
Terjebak Mantra!

Terjebak Mantra!

aan. Dan dari hasil pembacaan saya atas warisan “serat”, “suluk”, “babad”, dan “wirid” yang saya lakukan dari sejak tahun 2009 hingga hari ini, saya berani berkesimpulan, bahwa kesusateraan “suluk”, “serat”, dan “babad” (dalam bentuk tembang macapat), juga “wirid” merupakan sebuah genre sastra yang muncul pada periode zaman Demak hingga Mataram Islam (hingga Yogyakarta dan Surakarta), alias pada periode Islamisasi, dan tidak kita temukan di periode Majapahit yang memang memiliki produk sastra berbeda bernama “Kakawin” dan “adiparwa” (berbahasa Jawi Kuna dengan metrum sendiri indianya) yang jauh berbeda dengan kesasteraan Macapat. Oleh karenanya, bahkan sekelas T.H. Pigeaud dalam karya kanonn
1010.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 380 kali sebagai kata-kata puitis sastra
Baca
+Pustaka
Senandung Masa SMA

Senandung Masa SMA

Entah ikhlas atau tidak, agar acara buru-buru cepat selesai. “Nah, yang terakhir, salah satu karateka kita, Matari Lasmaya Windu Batari, atau yang biasa kalian kenal Matari dari kelas 1-3 berhasil menyabet JUARA 1 di lomba sastra untuk kategori cerpen!!!! Hebat yaaa! Yuk, Matari, maju yuk!” kata Bu Cita.
12.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 372 kali sebagai kata-kata puitis sastra
Baca
+Pustaka
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

sentak Putri Hati Lurus yang tiba-tiba merasa jengkel melihat ulah Pujangga Kramat yang mirip orang tak waras. Andai gadis berpakaian putih berkembang-kembang itu tahu siapa Pujangga Kramat sebenarnya, pastilah dia tak akan mengucapkan kata-kata kasar. Jauh hari sebelum Putri Hati Lurus lahir, Pujangga Kramat sudah malang-melintang di rimba persilatan yang sulit dicari tandingannya. Orang-orang menjulukinya Pujangga Kramat karena ia adalah manusia yang tidak pernah benar dalam menggunakan tata bahasa. Kadang orang bingung mengartikan tiap ucapan kata Pujangga Kramat, yang menurutnya mempunyai seni sastra tersendiri.
1028.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 797 kali sebagai kata-kata puitis sastra
Baca
+Pustaka
Suamiku yang Perkasa

Suamiku yang Perkasa

"Hanya Pejabat Stanley yang bisa menulis puisi yang begitu hebat di zaman ini." Kaisar mengangguk setuju dan tidak bisa menyembunyikan pujian untuknya. Dia memandang Stanley dengan tersenyum dan berkata, “Stanley, kau benar-benar raksasa sastra terbesar di dinasti ini. Puisimu sangat bagus!” “Pfft!” Namun, Darryl malah tersedak teh. 'Persetan! Kau menyebut itu puisi? Benar-benar mengejutkan. Sangat menarik! Standar sastra di Dunia Awan Selatan terlalu rendah!’
8.57.2M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 187.2K kali sebagai kata-kata puitis sastra
Tampilkan Ulasan (2480)
Baca
+Pustaka
Natalie
Kok bisa yang istri2 Darryl setiap melahirkan bukanlah anak biologis Darryl dan selalu anak dari orang lain. Darryl kena Karma setelah menghamili Monica dan kena Karma. Sekarang Lady Denise istri melahirkan anak hasil perzinaan dengan pelayan. Alih2 dapat hadiah istri Lord Kenny sbg permintaan maaf.
Raka Abqary
blm jg kelar 1 msalah muncul 5 mslah scra brsmaan..jdinya bingung mw di bwa kmna arah tjuan crtanya.jg daril sprtinya gk prnh fokus sma tjuannya,ap dia pelupa atau teledor?trllu asyik sma dunia sndri,shingga mudah lupa sma ap yg hrs dia lkukan sblmnya.crtanya jg trllu mmberatkn daril,gk ad hri tnang
Baca Semua Ulasan
Dinodai Sebelum Malam Pertama

Dinodai Sebelum Malam Pertama

” Uh huk, Salwa mendadak tersedak angin. Belakang sahabatnya itu senang mengikuti kegiatan literasi alhasil kata-kata yang seringkali ia ucapkan serupa puisi, prosa dan karangan bebas. Oleh karena itu jangan merasa aneh ketika mendengar kata-kata yang meluncur deras serupa kata-kata para penyair. “Kalau seperti itu, definisi jodoh itu praktis! Di manakah kau letakkan hati Neng? Fase yang manakah?”
10146.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.0K kali sebagai kata-kata puitis sastra
Baca
+Pustaka
BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

Kata-kata itu meledak dengan semangat pemberontakan, kesepian, dan kejujuran yang brutal—hal-hal yang tidak pernah ia temukan dalam puisi-puisi kekaisaran yang membosankan dan penuh basa-basi. Sori terduduk lemas di kursi. Harga dirinya sebagai penyair terkenal di Bakkara runtuh seketika. "Hanya dengan satu kalimat ini..." bisiknya dengan suara serak, "setidaknya aku akan terbayang-bayang sepanjang hidupku. Bagaimana bisa dia menuliskan jiwa manusia hanya dalam empat kata?"
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai kata-kata puitis sastra
Baca
+Pustaka
Menjadi Ibu Pengganti Anak Kembar Milyuner Tampan

Menjadi Ibu Pengganti Anak Kembar Milyuner Tampan

Sebelum Julia sempat tarik nafas, Caroline langsung menyerbu dengan pertanyaan, "bagaimana dengan peradaban yang tak meninggalkan karya sastra sama sekali?" "Kemungkinan besar bangsa dalam peradaban itu belum mengenal tulisan." Kening Caroline berkerut. "Jadi, menurutmu syair, puisi, dan lagu tradisional yang diturunkan secara lisan bukan karya sastra? Apa kau bahkan bisa membedakan Sastra dan Sejarah?"
107.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai kata-kata puitis sastra
Baca
+Pustaka
Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

PUISI SATIR TENTANG YANG LUKA DIA TERBANG TAPI TAK PUNYA SAYAP KARENA DEMIKIAN SEKARANG IA SUDAH MERAYAP SAYANGNYA IA TIDAK MERAYAP SESUAI TEMPAT SEHINGGA DEDAUNANNYA ITU JATUH TERLEBIH DAHULU SEBELUM DIRAPAT JIKA DEDAUNANNYA SUDAH RUNTUH APALAH DAYA SEBUAH BUAH YANG TIDAK MEMPUNYAI ALAT FOTOSINTESIS SEBAGAI RUMAH YANG MEMBERINYA BUTUH TENTU BUAH ITU TAK JADI SEGAR TENTU BUNGA ITU TAK JADI MEKAR MEMANG SEBUAH KEJAHATAN TIDAK AKAN LARI DARI PENANGKAPAN MEMANG YANG BAIK ITU AKAN SELALU MENDAPATKAN CELAH KEMENANGAN
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai kata-kata puitis sastra
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status