Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
In Relationship

In Relationship

Meski begitu, tetap saja guru kesenian memaksanya untuk membuat puisi. Dalam pelajaran lain, otak Dinah bisa saja lambat menerima materi, tapi tak ada yang bisa menyangkal di kelasnya. Dinah sangat bagus dalam hal sastra. Antara Dinah dan puisi, sulit sekali dipisahkan. Sering kali puisi yang Dinah tulis dimuat di mading sekolah. Membiarkan orang-orang membaca karyanya, juga sesekali menerima saran serta kritikan yang diberikan pembaca karyanya.
87.1K viewsCompletedAdded to Library 276 Times as kata-kata puitis sastra
Read
+Library
Married With The Badboy

Married With The Badboy

"Ide gue aja. Nanti lo yang tulis," "Emang lo bisa?" tanya Pipit sedikit ragu. "Bisa," Allisya mulai menyalurkan keluh kesahnya melalui puisi. "Kapan-kapan lo like ya blog halaman di F******k gue," pinta Allisya, semakin banyak yang menyukainya puisinya di hargai. Puisi yang di ungkapkan Allisya adalah: "Terjun" Salah kata menyakiti hati
6.3K viewsOngoingAdded to Library 228 Times as kata-kata puitis sastra
Read
+Library
Terjebak Mantra!

Terjebak Mantra!

aan. Dan dari hasil pembacaan saya atas warisan “serat”, “suluk”, “babad”, dan “wirid” yang saya lakukan dari sejak tahun 2009 hingga hari ini, saya berani berkesimpulan, bahwa kesusateraan “suluk”, “serat”, dan “babad” (dalam bentuk tembang macapat), juga “wirid” merupakan sebuah genre sastra yang muncul pada periode zaman Demak hingga Mataram Islam (hingga Yogyakarta dan Surakarta), alias pada periode Islamisasi, dan tidak kita temukan di periode Majapahit yang memang memiliki produk sastra berbeda bernama “Kakawin” dan “adiparwa” (berbahasa Jawi Kuna dengan metrum sendiri indianya) yang jauh berbeda dengan kesasteraan Macapat. Oleh karenanya, bahkan sekelas T.H. Pigeaud dalam karya kanonn
1010.2K viewsCompletedAdded to Library 386 Times as kata-kata puitis sastra
Read
+Library
Dalam Cengkeraman Empat Sultan

Dalam Cengkeraman Empat Sultan

“Kalau mau menghancurkan sesuatu, kita harus tahu cara kerjanya dulu.” Arsen spontan bertepuk tangan kecil. “Busyet. Kamu bukan mahasiswa sastra. Ini villain origin story.” Kelas langsung tertawa. Namun, Bu Rina justru terlihat makin puas. “Bagus.” Beliau mengetuk novel di tangannya pelan. “Karena sastra tidak pernah hanya soal cerita.” Tatapannya menyapu seluruh kelas. “Sastra adalah cara manusia membongkar kekuasaan tanpa harus memegang senjata.”
103.8K viewsCompletedAdded to Library 102 Times as kata-kata puitis sastra
Read
+Library
Cinta Sang Preman

Cinta Sang Preman

*** Rasa Aku berkelana melewati rimba aksara, menembus lebatnya kata Aku berenang dalam kubangan gelap dan terangnya pikiran Mencari rasa yang sepat singgah pada manik jiwa Terbang mengikut angin berhembus sampai akhirnya leyap pada batas nyata Luka hanyalah setitik duka yang tersirat dalam kisah semesta Aku pun pergi pada cinta, kuiklaskan diri dalam rengkuhnya Cumbuannya membangkitkan gelora hasrat jiwa, hadirkan selaksa bahagia ** Jadi lagi satu puisi, coba up lagi di medsos. Siap dikritik, daripada harus diam menunggu kabar dari manusia yang mulai menghilang dari peredarannya. [Ta,] Kenzo mengirim pesan [Uyy, dapa, Ken?] [Sibuk 'gak?] [Gak, kenapa?]
104.3K viewsOngoingAdded to Library 89 Times as kata-kata puitis sastra
Read
+Library
Cinta Sekolah Menengah Pertama

Cinta Sekolah Menengah Pertama

ia menghilang saat mentari turun dari peraduanya tak sanggup ku kepakkkan kembali sayap ini ia telah patah… tertusuk duri duri yang tajam… hanya bisa meratap… meringis… mencoba mengapai sebuah pengangan…" Kak Citra membacakan puisi dengan penuh penghayatan. Musik masih mengalun pelan di sampingnya. Kak Citra seakan-akan bisa memboyong piala juara jika dia ikut kompetisi. Namun tidak dilakukannya. Dia tahu, dia memang sebagus itu. Kahlil Gibran adalah idolanya.
1015.3K viewsCompletedAdded to Library 321 Times as kata-kata puitis sastra
Read
+Library
Young Wife For My Father

Young Wife For My Father

“Jangan mentang-mentang Sastra telah memohon padamu dan kamu bisa mengejekku sesuka hatimu.” “Kalau kamu tidak mengejekku lebih dulu, aku tidak akan mengatakan hal itu. Dasar tidak sopan.” Karina mencebikkan bibirnya kesal, dia kembalikan batagor itu pada Sastra dan melipat kedua tangannya di depan dada.
1.7K viewsOngoingAdded to Library 59 Times as kata-kata puitis sastra
Read
+Library
Hidup Kembali di Zaman Kuno

Hidup Kembali di Zaman Kuno

Guru: "Sastra bukan sekedar untaian kata. Ia adalah cermin jiwa dan perjalanan zaman. Nah, siapa di antara kalian yang dapat menjelaskan makna bait pertama ini?" Seisi kelas diam, hingga Raka mengangkat tangan dan mulai berbicara dengan lancar. Raka: "Puisi ini bukan sekedar mengisahkan keberanian, tapi juga pengorbanan. Seorang pemimpin sejati bukan hanya menggenggam pedang, tapi juga berpikir jauh ke depan. Seperti pepatah, 'Mata pena lebih tajam dari mata pedang.'"
1012.6K viewsCompletedAdded to Library 429 Times as kata-kata puitis sastra
Read
+Library
Diary Yang Basah

Diary Yang Basah

“Jingga di ujung senja// Jingga di ujung senja/ bersinar semakin redup/ Memudar berganti malam yang turun seperti kabut// Dalam penantian senja yang tak tahu/ Apakah ada ujungnya// Di atas cakrawala/ Jingga di ujung senja/ Melupakan kisah di ujung senja//” Tidak beberapa lama Resti lihat di stori Whatssapp, Rikka bikin status , “Puitis!” Resti tertawa puas. Resti tahu bahwa Rikka membalas status Resti di f******k dan membuat story di Whatssapp.
108.6K viewsOngoingAdded to Library 216 Times as kata-kata puitis sastra
Read
+Library
Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Ini lebih cocok diiringi genderang perang," keluh Isvara. Karena belum ada yang cocok, Isvara membaca buku berikutnya. Ada "Keluh Kesah Selir yang Terlupakan" (terlalu picisan), Tarian Dewa Kala" (terlalu mistis dan berat), hingga "Surat Cinta Sang Pemuja Bayangan" yang merupakan juara lomba puisi lima tahun lalu. Isvara membaca semuanya, dari yang klasik sampai yang tersembunyi. Namun, bukannya mendapat inspirasi, kepalanya justru terasa berputar.
1014.5K viewsCompletedAdded to Library 477 Times as kata-kata puitis sastra
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status