Menantu yang Baik
Rasa malu yang amat sangat telah menghancurkan kewarasanku, tanpa sadar aku meremas payudaraku dengan kuat, lalu merentangkan kakiku lebih lebar, serta mengayunkan pinggang dan pinggulku untuk mengejar secuil kenikmatan itu.
Namun, kebahagiaan itu hanya sesaat, ayah mertuaku tiba-tiba berhenti.
"Berikan padaku... aku mau..."
Setelah kehilangan kenikmatan yang kumiliki, aku mengangkat kepalaku dan mengerang. Aku meraih pergelangan tangannya dan mendorongnya keras, membenamkan pantatku ke bawah...
"Argh ahh ahhh…"
Pada saat itu, aku merasakan jiwaku terangkat ke surga...