Wanita Penghibur
"Kita baru tadi malam melakukannya. Apa ingatanmu sependek itu sampai melupakannya?"
Aku mendelik, dadaku makin memanas.
"Melakukan apa, hah? Omong kosong! Saya tak kenal Anda!"
Ray tersenyum sinis, tatapannya makin lekat, dapat aku temui keyakinannya melalui senyum itu.
"Apa sebegitu miripkah sampai suaramu juga sama, Nona Bintang?"
"Saya Rahma, harus berapa kali Saya katakan, hah? Anda salah orang!"