Seumur Hidup Terlalu Lama
“Aku sadar, aku ingin terus melihatmu seperti itu — kuat, bahagia, dan menatap dunia dengan berani. Dan kalau boleh, aku ingin menjadi bagian dari kebahagiaan itu.”
Uma tertegun. Matanya menatap Genta yang kini berlutut di hadapannya, memegang sebuah cincin mungil dari saku jasnya.
“Rahuma Kinanti,” ucap Genta lirih namun tegas. “Maukah kamu menikah denganku?”
Beberapa orang di sekitar mereka mulai memperhatikan.
Rauda dan Raima yang baru datang dari parkiran langsung menutup mulut, nyaris menjerit menahan haru.