Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Simpanan Ayah Angkat

Simpanan Ayah Angkat

"Jadi … kita benar-benar berpisah?" "Ya, kita memutuskan untuk berpisah. Aku pikir itu yang terbaik untuk kita." Arumi mengusap pelipisnya, mencoba mengingat, tapi kepalanya terasa berat. "Aku nggak tahu harus merasa bagaimana. Rasanya aneh mengetahui bahwa aku pernah mencintaimu, lalu semuanya berantakan, dan sekarang aku bahkan nggak bisa mengingatnya."
1064.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai kini tiba saat berpisah
Baca
+Pustaka
Istri Jaminan Sang Laksamana

Istri Jaminan Sang Laksamana

Shawn tak sadar menggelengkan kepalanya saat mendengar kalimat perpisahan. “Aku sudah merelakan semuanya. Mungkin ini yang paling baik untuk kita ... berpisah!” Shawn menunduk dan memejamkan matanya. Kiran meluruskan kembali posisi tubuhnya dan meletakkan peralatan makan di atas piring.
1010.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 242 kali sebagai kini tiba saat berpisah
Baca
+Pustaka
Lenyap Usai Kata Pisah

Lenyap Usai Kata Pisah

Selamat tinggal pada foto-foto di mana hanya salah satu dari kami yang tersenyum. Selamat tinggal pada rumah mewah yang tak pernah terasa seperti rumah. Selamat tinggal, Revan.
9.744.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai kini tiba saat berpisah
Baca
+Pustaka
Lima Kesempatan, Akhirnya Berpisah

Lima Kesempatan, Akhirnya Berpisah

"Kenapa?" Nada bicara Shinta pun melunak, walaupun tetap sangat dingin. "Kondisi Pak Raka lagi buruk sekali saat ini. Apa Bu Shinta bisa pulang?" "Apa hubungannya juga dia baik-baik saja atau nggak denganku? Kami lagi dalam proses bercerai, jadi mulai sekarang nggak usah memberitahuku dia kenapa."
18.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 633 kali sebagai kini tiba saat berpisah
Baca
+Pustaka
Perpisahan yang Kutandatangani

Perpisahan yang Kutandatangani

Tatapan itu penuh rasa waspada. "Kamu ngapain ke sini?" "Perjanjian cerai sudah jelas. Pembagian harta juga adil. Kita seharusnya nggak ada urusan lagi. Masih ada apa lagi?"
8.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 194 kali sebagai kini tiba saat berpisah
Baca
+Pustaka
Kali ini, Kita Tak Terpisahkan

Kali ini, Kita Tak Terpisahkan

Di tengah-tengah kayu cendana yang samar, Rosa berlutut dan bersujud dengan manik-manik di tangannya. 'Selamat tinggal, Bobby.' Upacara selesai, mulai sekarang tidak ada Rosa di dunia ini. Hanya ada Tiara.
7.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 218 kali sebagai kini tiba saat berpisah
Baca
+Pustaka
MARI KITA BERPISAH

MARI KITA BERPISAH

Kau berhak melakukannya. “Ayash, mari kita berpisah. Aku setuju untuk bercerai.” Hanya itu. Shabira tidak bicara lagi. Ia kembali menutup pintu kamar. Sedangkan aku baru saja akan mengatakan sesuatu padanya ketika Kimiko menelpon sekali lagi. Kuhela napas perlahan-lahan. Kimiko tidak perlu tahu ketegangan yang kurasakan. Aku harus menjaga mood perempuan itu.
9.619.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 637 kali sebagai kini tiba saat berpisah
Baca
+Pustaka
Seseorang Yang Pernah Aku Kenal

Seseorang Yang Pernah Aku Kenal

I really love your accent and I like the way you say my name. Van… akan selalu ada saat di mana kita harus mengucapkan perpisahan karena setiap sesuatu itu akan selalu berakhir. Semuanya pasti memiliki akhir. Tak peduli perpisahan itu saat kamu senang atau sedih. Tak peduli kamu menerima perpisahan itu atau sebaliknya. Sejujurnya aku sama sekali tak menerima perpisahan itu, tapi bagaimana pun aku harus menerimanya.
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 209 kali sebagai kini tiba saat berpisah
Baca
+Pustaka
Hidup di Dua Hati

Hidup di Dua Hati

Hasna mengangguk pelan, meski saat tatapannya beradu dengan manik mata Kenan, getar itu masih kentara. "Ini adalah saat yang tepat untuk berpisah. Aku enggak bisa merengkuhmu, seperti kamu enggak bisa menyamankanku lagi." Hasna menyentuh dadanya dengan tangan gemetar. "Di sini masih sakit ...."
1018.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 450 kali sebagai kini tiba saat berpisah
Baca
+Pustaka
Saat Kau Pergi Tanpa Mengucap Kata Perpisahan

Saat Kau Pergi Tanpa Mengucap Kata Perpisahan

Menunggu kekasihnya pulang dengan selamat. Menunggu kekasihnya kembali dengan kejayaan. Seiring berjalannya waktu… sosok yang menunggu di bawah pohon bertambah satu. Aku tak takut menunggu, sungguh. Yang kutakutkan hanya satu… ketika bahkan tak ada kesempatan untuk menunggu pun tak diberikan. Untungnya, kali ini aku-lah yang tak ingin menunggu lagi. Dalam perjalanan pulang, Baron bertanya padaku.
10.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 338 kali sebagai kini tiba saat berpisah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status