Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
ISTRI GENDUT YANG KAU HINA!

ISTRI GENDUT YANG KAU HINA!

ujarku merasa tak enak hati. Tapi Sinta malah menyeringai lebar sambil tertawa. "Sudahlah, nggak usah dipikirin. Nanti kalau kamu sudah sukses kamu kan bisa gantian nolongin aku dan biaya in aku kalau lagi nggak punya uang. Lagian tolong menolong itu kan sangat dianjurkan dalam agama. Jadi nggak usah dipikirin lagi deh." "Ya kali aja kamu jodoh sama Pak Arga, aku kan bisa nebeng hidup enak kalau punya sohib yang hidupnya juga enak karena jadi istri bos besar nantinya ha ha ha ...."
1034.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai kata-kata santri singkat
Baca
+Pustaka
Ditinggal Suami, Dinikahi Adik Ipar

Ditinggal Suami, Dinikahi Adik Ipar

Dengan logat Jawa Timur yang khas seorang teman bertanya kenapa dia cemberut. "Palingan gagal godain rojul meneh, ya tho, Mbak?" sahut teman yang lain, mengatakan mungkin karena gagal menggoda santri laki-laki. "Tak suwek suwek lambemu, ngomong pisan neh!?" Santri itu membentak dua temannya yang langsung terdiam. Pasalnya dia sangat kasar dengan mengancam akan merobek mulut keduanya jika sekali lagi mengatakan hal buruk tentangnya.
1012.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 263 kali sebagai kata-kata santri singkat
Baca
+Pustaka
MEREBUT CINTA USTADZ ABIZAR

MEREBUT CINTA USTADZ ABIZAR

Seolah-olah aku tidak mendengar percakapan dua orang itu. “Ustadzah, Ustadzah.” Santriwati itu mencoba mengingatkan kemudian menoleh kearahku. “Assalamualaikum Ustadzah!” “Walaikumsallam.” “Kalian nggak sekolah?” “Anu, piket malam Ustadzah.” “Jangan lupa makan.” “Iya Ustadzaha.”
4.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai kata-kata santri singkat
Baca
+Pustaka
Hotel Bekas Pembunuhan

Hotel Bekas Pembunuhan

Mulutnya terus menceracau tidak jelas. Tingkahnya menjadi semakin aneh, kedua tangannya bersidekap, dia lalu melompat-lompat seperti pocong sambil tertawa dengan suara keras. Jelas sekali itu bukan suaranya, kalau didengarkan itu seperti suara lelaki yang sudah lanjut usia. Santri itu terus-terusan melompat ke sana sini, kedua matanya melotot. “Kalian lihat. Tak ada lagi di dunia ini yang bisa menyelamatkan kalian. Kalian akan disesatkan!” kata-kata itu keluar dari mulutnya disambut dengan tawanya yang terbahak-bahak.
8.314.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 311 kali sebagai kata-kata santri singkat
Baca
+Pustaka
Gus Fa...?

Gus Fa...?

ucap Fadil mengingatkan. Memang benar, baru baru kemarin Kaffa membuat peraturan berbicara kasar atau dengan kata-kata kotor boleh di siram air bagi yang mendengar. Banyak santri putra khususnya yang jika marah tak terkendali lalu melontarkan kata kata kasar, peraturan itupun di buat atas kesepakatan semua pihak termasuk Gus Fahmi dan keluarga bu Nyai.
107.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 153 kali sebagai kata-kata santri singkat
Baca
+Pustaka
Kabur Saat Masa Iddah

Kabur Saat Masa Iddah

Aku tersenyum tiapkali dia mengirim pesan yang ditambahi dengan stiker lucu, meski kadang aku kesulitan membacanya dan tidak mengerti apa maksudnya. “Kakak sekarang dimana?” Tandi menelponku dan aku mengangkatnya. Entah kenapa aku sentimental mendengar suaranya yang cempreng, rasanya ingin menangis, karena bocah sekecil ini juga Papa abaikan karena perempuan itu. “D-di rumah Naura, teman sekelas Kakak. Tandi belum tidur?” “Tandi nungguin Papa. Mau tidur bareng Papa.”
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai kata-kata santri singkat
Baca
+Pustaka
Bukan Siti Nurbaya

Bukan Siti Nurbaya

Omel Dewi. “Sorry guys! Hanya bercanda.” Seruku, sambil nyengir kuda. “Bercanda? Maksud lo?” Omel Dewi. “Hehehe... Biar nggak tegang lah. Di rumah suntuk, di sini mikir tegang, apa nggak stress aku nanti. Atau paling parahnya jadi gila.” Celetukku. “Sudah dibilangin, kalau ngomong jangan sembarangan. Masihhh saja. Ucapan adalah doa, Ren. Hati hati!” Peringat Santi padaku.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai kata-kata santri singkat
Baca
+Pustaka
Terpesona Gus Tampan, Usai Dicampakkan Mantan

Terpesona Gus Tampan, Usai Dicampakkan Mantan

ucap seorang santri. "Benar-benar di luar dugaan. Hari ini akan aku catat dalam catatan sejarah ku. Di mana ini menjadi pengalaman yang paling tidak mengenakkan. Tetapi aku menikmatinya sebagai sebuah pengalaman yang cukup adil. Monyet-monyet itu memang liar, tetapi lebih liar lagi rasa lapar. Aduh parah," balas santri lainnya.
4.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai kata-kata santri singkat
Baca
+Pustaka
Sang Dewi

Sang Dewi

Nyi Alam Kasuyatiansang dewiDewidewidewa/dewi
"Waaah, tampan sekali!" "Ya ampun!" "Siapa dia?" Para santriwati ramai membicarakan, meski begitu mereka tetap bersikap sopan. ***
2.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai kata-kata santri singkat
Baca
+Pustaka
Kirana, Cinta Sejatiku

Kirana, Cinta Sejatiku

Sendra mengusap pelipisnya, nada suaranya membawa arus ketidaksabaran, "Ini cuma lelucon antar teman. Aku nggak bilang karena takut kamu salah paham." "Aku sama Kirana itu teman sekelas saat SMA. Dia kuliah di luar negeri dan baru kembali, jadi kami menyambut kepulangannya dengan mengadakan pesta. Kirana bilang dia ingin membuat vlog tentang pernikahan, jadi kami membantunya." "Jelita, aku capek, jadi kamu jangan buat masalah, ya?" Setelah mengatakan itu, Sendra melepaskan jasnya, kembali ke kamar untuk tidur.
5.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai kata-kata santri singkat
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status