Godaan Mama Muda
“Untuk Papa, Aku sudah hampir lahir. Aku mau lihat rumah kita. Aku mau main dinosaurus sama Kak Kara. Jangan takut lagi ya, Papa. Aku sayang Papa. -Arka”
Radit menatap tulisan itu lama. Huruf-hurufnya polos, tapi kata-katanya terlalu dewasa untuk Kara yang baru tujuh tahun.
Maya mendekat, membaca dari atas bahu Radit. Suaranya pelan, hampir berbisik.
“Kara… siapa yang ajari kamu tulis ini?”
Kara mengangkat bahu kecilnya, tersenyum polos.
“Kak Mira yang bantu. Katanya Arka mau kirim surat supaya Papa senang.”