Mertuaku Adalah Maut
Tempat sederhana dengan beberapa kursi plastik di sudutnya.
Hesti sudah duduk dengan segelas teh hangat ketika Dimas datang dengan langkah gontai. Matanya merah, wajahnya lelah.
"Apa yang terjadi?" tanya Hesti pelan.
"Aku sudah tiga bulan jadi sales motor. Tak ada yang membeli motorku sama sekali, Hes."
"Bersabarlah. Semua butuh proses."
"Aku sudah cukup bersabar, Hes. Tadi ... aku mendapatkan order sebanyak 100 unit."