BUKAN MENANTU KAYA
“Buat beli gelang couplean. Mamah beliin anak mantunya gelang yang sama. Biar seragam katanya,“ jawabku diakhiri senyuman miris. Mas Hasan terdiam sejenak.
“Yang lebih amazing itu, Si Yanti juga dibeliin. Sementara aku ...?“ Aku tertawa sumbang.
“Emang dasar mantu yang tak diakui. Bukan menantu kaya, jadilah tidak diakui,“ lanjutku. Mas Hasan hanya tertunduk lesu.
“Maaf ...“ ucapnya lirih.
“No problem, Mas. Toh rezeki tak melulu dari mertua. Coba buka.“ Kuberikan semua pouch berwarna gold pada Mas Hasan.
“Apa ini, Dek?“ tanyanya.
“Buka aja, Mas.“
“Masya Allah, kalung?“ Mas Hasan menatapku dengan mata membulat sempurna. Aku mengangguk.
Hot Chapters