KUBUAT KAU MENGEMIS CINTAKU
Lalu mengangkat daguku yang menunduk, menyembunyikan malu yang rasanya meletup-letup.
“Hmmm, bisa bantu bukain ini, Mas. Susah.” Aku menunjukkan resleting yang ada di belakang punggung.
Mas Iqbal terkekeh lalu mengacak pucuk kepalaku.
“Ya ampuuun, Diva. Mas kira kamu kenapa sampai mukanya bingung kayak gitu. Kalau buka ini doang, sini, Mas bantu. Buka yang lain juga gak?” kekehnya.