Harap Restu Seorang Menantu
Giananadin amizah menangis di jalan pulangair mata nona, amarah sang tuanlirik lagu nadin amizah hormat kepada anginlirik lagu nadin amizah mendarah
“Ibumu menuntutku untuk mengembalikan uang yang kamu beri untuk kukirim ke desa. Uang itu, Mas ... dianggapnya hanya pinjaman. Padahal kamu sendiri yang menyerahkannya padaku dengan ikhlas. Apa aku sekarang dianggap pengutang di rumah suamiku sendiri?”
Suara Nadira tercekat, tapi emosinya meledak semakin deras. “Apa kamu tahu rasanya, Mas?! Dipermalukan, diremehkan, dan tak dianggap hanya karena aku bukan menantu yang ibumu harapkan?! Aku sudah berusaha terus sabar, aku sudah berusaha untuk memakluminya dan mencoba menyesuaikan diri. Tapi kalau setiap langkahku hanya salah di mata ibumu, lalu apa yang harus kulakukan?! Terlebih, sekarang kamu juga berpaling dariku dan mengutamakan ibumu sela
人気のチャプター