OBSESI CINTA TUAN MUDA
Aku meregangkan otot, menguap lebar, mataku pun terasa sangat lengket.
“Sudah jam 7, aku berangkat duluan, ya! Oh iya, sarapan ada di dapur!”
Aku terdiam beberapa saat, membiarkan nyawaku berkumpul sepenuhnya. Namun, sesaat kemudian, aku terhenyak.
“Jam 7?”
Aku melompat dari kursi, berlari ke kamar mandi. Bisa-bisanya aku bangun kesiangan lagi. Hari keduaku bekerja, kejadian yang sama harus terulang lagi seperti kemarin.