Pendekar Tombak Matahari
“Jangan dipaksa gerak dulu, Den Bagus. Salah gerak sedikit, bisa cacat permanen.”
Surya Yudha menolehkan kepalanya dengan perlahan. Di samping dipan kayu tempatnya terbaring, Gendon sedang duduk sembari menumbuk sesuatu di dalam lumpang kecil. Wajah pemuda gempal itu tampak sangat letih, matanya merah karena kurang tidur, dan pakaiannya masih menyisakan noda darah kering dari medan perang.