Istri Yang Diabaikan
"Kalau saja ibu tidak menghalangiku, sudah kuusir Icha dari dulu. Tapi ibu terus saja mempertahankannya. Aku sampai gak sadar, kenapa Icha terobsesi padaku. Sejak kapan akupun tidak tahu. Maafin mas ya dek, kecurigaanmu dulu memang benar, tapi kamu gak perlu khawatir, yang ada di hati mas itu cuma kamu. Tak ada yang lain. Mas berjanji akan selalu setia padamu, Dek."
Aku tersenyum sembari mengelus lengannya agar dia tak emosi.
"Istirahatlah Mas, gak usah pikirkan dia lagi."
"Kamu juga sayang, jangan terlalu capek."
***
Setelah dua hari istirahat di rumah, pagi ini, Mas Azzam sudah bersiap-siap untuk berangkat ke kantor.
"Kamu yakin mau berangkat ke kantor, Mas?"