Blue Flame
“terkadang, hal yang tidak kita sukai justru menjadi jalan terbaik bagi kita, tanpa kita sadari. Suka atau tidak suka, meski kita telah terluka hingga tertatih, percayalah, itu hanyalah cara agar kita menjadi lebih kuat. Agar kita mampu bertahan menghadapi rintangan yang lebih berat lagi.”
Stayrus menarik napas perlahan memberi jeda, “Rintangan yang tak akan pernah ada habisnya, hingga ajal menjemput kita.”
Rohana tidak sanggup lagi menahan air matanya. Kata-kata Stayrus terasa begitu dalam, menyentuh luka lama yang selama ini ia coba pendam. Ia menangis tanpa suara.
Stayrus menatapnya dengan ekspresi lembut, kemudian mengulurkan tangannya dan menepuk pelan pucuk kepala Rohana.
Hot Chapters