Pelayan Ibu Tiri dan Dua Putri Cantiknya
"Nanti malam, kamu sama Mama ya? Tapi sepertinya tidak aman kalau kita main di rumah. Mama takut Ayahmu tahu, dia sekarang sudah sangat waspada sejak pulang dari rumah sakit."
Aku meliriknya dari sudut mata. Wanita ini benar-benar haus akan kendali. "Ibu mau main di mana?" tanyaku singkat.
Nikita tersenyum misterius. "Nanti Mama kasih tahu tempatnya. Mama punya apartemen rahasia yang tidak diketahui siapa pun, termasuk Ayahmu."
Aku hanya mengangguk pelan, pasrah dengan apa yang terjadi.