Make A Wish (Indonesia)
“Kamu nanti tidak bisa menulis. Jangan sepelekan sakit mata karena rasanya sangat tidak nyaman ketika pengelihatanmu terganggu. Jadi, turuti saja kata-kataku.”
“Iya, iya,” jawabnya malas.
Setelah pintu lift terbuka, kami berjalan menuju pintu apartemen masing-masing. Namun, aku menghentikan tanganku yang akan membuka pintu.
“Kanya,”
Kanya menoleh, “Iya?”
“Mau nginap?”
🍁Bersambung🍁
Entah kamu memberikan harapan atau hanya sekadar bermain denganku. — Apple Leaf.
Hai reader, thanks for reading.
Bisa nggak ya kalian tinggalkan review? Hehe
Hot Chapters