SOPIR PRIBADIKU TERNYATA MILIARDER
Di sela-sela pembicaraan itu, Keira teringat kembali pada lukisan-lukisan lamanya yang pernah terpajang di galeri.
Setiap goresan kuas, setiap warna yang dipilih, pernah menjadi cerminan dari jiwanya yang penuh gejolak.
Kini, di hadapan Adrian, ia ingin menciptakan lukisan baru—satu yang menggambarkan masa depan bersama, penuh dengan harapan dan keberanian.
"Adrian, apakah kau ingat lukisan pertama yang pernah kupajang?" tanya Keira pelan, menyelinap ke dalam percakapan.
Hot Chapters