Tembus Pandang Menjadikanku Kaya Raya
"Satria, bagaimana? Keris itu... aura kewibawaannya terasa sampai sini. Harganya dibuka di angka lima ratus juta."
Satria memicingkan matanya. Fokus batinnya langsung terarah pada bilah keris di atas panggung. Di bawah pengamatan mata batinnya yang disokong energi giok naga, Satria tidak melihat cahaya keemasan atau aura perlindungan. Sebaliknya, yang ia lihat adalah kepulan asap kelabu yang tipis namun berbau anyir darah—sebuah pertanda bahwa barang itu bukan pembawa hoki, melainkan pusaka haus darah yang membawa sial bagi pemiliknya akibat kutukan masa lalu yang belum dibersihkan.