Rembulan yang Terluka
Aku mulai tertarik akan sifatnya yang polos dan jujur itu.
"Bisalah! Kita pernah bertemu dalam sebuah pesta! Aku mengagumi dirimu di saat pertama kali kita bertemu, di saat semua orang memuja dirimu. Semua tersenyum kepadamu dengan alasan yang berbeda. Tapi alasanku tersenyum kala itu, adalah karena cinta. Tapi, satu hal yang membuat diriku mengubur dalam-dalam perasaan itu, kau bagaikan matahari, sedangkan aku adalah rembulan yang menanti pancaran sinarmu. Rasa ini selalu ada, tapi takdir tidak pernah membuat perasaan ini terbalaskan. Kau adalah Matahari, sinarmu begitu kuat dan terpancar dari dirimu sendiri. Sedangkan aku hanyalah rembulan, yang bersinar saat terpantul cahayamu." Dia menu
Chapitres populaires