PART-TIME
Kelemahan itu ada di tangannya, bagaimana bisa ia tak melihatnya pada sang target?
“Ckckck, gadis yang licik.” Hari ini pun, Al memperhatikannya. Berbeda dari yang sebelumnya yang membuat Maria menjadi ancamannya, kini malah dirinya sendiri yang menjadi ancaman terbesar bagi Maria.
Kembali ke malam Al membajak ponsel Maria. Ia tak dapat berkata apapun selain tertawa kesal. “Bagaimana bisa ia tak terendus pihak sekolah? Apa karena label ‘sang jenius’ yang dimilikinya? Woah! Menyebalkan, ya?” gerutunya sepanjang malam yang dihabiskan untuk membajak ponsel Maria. Hanya satu yang tak ia pahami, “Sejenius apapun dia, aku yakin hanya dalam bidang akademis. Pertanyaannya, bagaimana bisa ia terjerum
Hot Chapters