Kontrak dan Kebebasan
Cairan hangat mengalir dari pelipisku, menuruni pipi, dan menetes ke marmer dingin, membentuk noda merah kecil yang perlahan melebar.
Aroma logam dari darah memenuhi hidungku.
Kekuatan tubuhku seakan terkuras. Aku menekan luka itu dengan telapak tangan, tapi darah terus merembes menembus sela-sela jariku, dan mengotori kemeja putihku.
Adriel menatap tubuhku yang berlumuran darah, tampak terpaku dan tak bersuara.
Saat itu, pintu kamar utama ditendang terbuka. Mendengar kekacauan itu, Alexander muncul dengan pakaiannya yang berantakan.
Bab Populer