Aku ,Target balas dendam CEO
matanya merah, urat-urat darah kecil pecah di putih mata ,hidungnya sedikit sembap, bekas tangis yang tak bisa dibohongi ,Aruna mengembuskan napas panjang, uap napasnya mengembun sebentar di kaca cermin.
"Jangan kelihatan..." gumamnya lirih, suaranya serak parau ,ia berjalan menuju mini bar, mengambil beberapa bongkah es batu dari wadah plastik ,tangannya gemetar halus saat membungkus es itu dengan handuk kecil berbahan lembut lalu ia menempelkannya perlahan di kedua kelopak matanya ,rasa dingin yang menusuk membuatnya sedikit meringis ,namun sensasi mati rasa itu justru melegakan ,ia membiarkannya selama lima menit, berharap dingin itu bisa menyedot keluar bengkak dan kemerahan ,beberapa me
Hot Chapters