Petaka Dua Garis
00 pagi.
Terbaring di atas ranjang dengan ganjalan selang kateter dan perut yang membusung besar, rasanya tak keru-keruan. Ya Allah rasanya serba salah. Miring kiri salah, kanan salah, terlentang apalagi. Seperti ada yang mengganjal di kemaluanku akibat selang kateter ini. Rasanya ingin terus-terusan pipis padahal tidak. Pengen cabut saja rasanya selang ini karena sangat mengganggu dan membuat tak nyaman.
"Mira, kamu kenapa, Nak?" Ibu bertanya dengan lembutnya. Perempuan kurus dengan kulit legam akibat tersengat sinar matahari itu mengelus kepalaku yang tertutup dengan jilbab warna kentang.