Pernikahan Penuh Luka
Suara azan Subuh berkumandang, menggema lembut dari kejauhan, menandakan bahwa pagi sebentar lagi datang. Namun sejak tadi malam, mataku sama sekali tak bisa terpejam. Setiap kali aku memejamkan mata, rasa sedih, marah, dan sakit itu kembali menghantam seperti gelombang yang datang tanpa henti. Ada sesuatu yang menggumpal di dada, membuat nafasku terasa sesak. Kejadian kemarin masih terus berputar di kepalaku, seolah menolak untuk hilang.