Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Hadiah: Bosku, Partner Rahasiaku.

Hadiah: Bosku, Partner Rahasiaku.

Dia menyandarkan dahi pada pintu yang dingin, berusaha menenangkan tubuhnya yang masih dipenuhi gejolak. Aroma Kila seolah enggan menguap dari udara, terus mengusik akal sehatnya Nyeri di pipi dan kakinya masih terasa berdenyut. Namun, gairah yang tersulut tadi sama sekali tidak surut—malah meninggalkan efek yang jauh lebih besar dari yang dia bayangkan. Napas Kandi berat dan tak teratur menggaung di tengah keheningan ruang. Kejantanannya masih menegang di balik celana, memberontak minta dituntaskan.
939 viewsOngoingAdded to Library 32 Times as kenapa mendesah
Read
+Library
Suara Desahan Di Kamar Iparku

Suara Desahan Di Kamar Iparku

Ada desiran aneh yang dirasakan oleh Nora. Ya, obat perangsang itu sudah mulai bekerja pada tubuh Nora. "Sayang, kita pulang, yuk." Nora berbisik di telinga Erik. Suaranya terdengar jelas sedikit berbeda. Bahkan sesekali perempuan itu menggerakkan tubuhnya, seperti merasa tak nyaman sekali. "Kenapa? Kamu ngantuk? Kita baru saja di sini, Sayang ...."
9.61.2M viewsCompletedAdded to Library 45.9K Times as kenapa mendesah
Read
+Library
Remember Me, BE!

Remember Me, BE!

Keringat sudah membasahi piyamanya, napasnya juga mulai sesak. Diva membuka mulut, mencoba bernapas menggunakan mulutnya. Dia menarik napas panjang dan pelan, membuangnya sama pelan dengan saat meraup udara itu dari sekitarnya. Terus berulang-ulang sampai denyutan di kepalanya berkurang.
106.1K viewsCompletedAdded to Library 224 Times as kenapa mendesah
Read
+Library
Tukang Bakso Jadi Miliarder

Tukang Bakso Jadi Miliarder

Seseorang bergumam dalam tidurnya, mengubah posisi dengan gerakan malas. Ghenadie menarik napas tajam. Seperti tersadar dari hipnosis, dia merenggangkan punggungnya dan mengalihkan pandangan. Desy hanya tersenyum tipis, lalu menyandarkan kepalanya ke kursi, seolah tidak terjadi apa-apa.
2.8K viewsOngoingAdded to Library 75 Times as kenapa mendesah
Read
+Library
Cinta CEO Kembar

Cinta CEO Kembar

"Yah kurasa. Bukan hal besar." Medina menghela nafas. Seolah merasa lega. "Apa kau baru saja menghela nafasmu?" "Kenapa? Apa salah?" Medina mengerjap. "Tidak. Maksudku kau seperti menyembunyikan sesuatu." "Apa?" Medina memutar mafanya. "Entahlah. Tapi cepat katakan padaku apa itu?" "Katakan hal apa?" suara Medina agak meninggi
903 viewsOngoingAdded to Library 19 Times as kenapa mendesah
Read
+Library
Satu Kali Lagi, Boss!

Satu Kali Lagi, Boss!

Air dingin langsung kucipratkan ke wajah, berusaha menghilangkan rasa panas yang masih tersisa di bibir dan lidahku. Aku berkumur berkali-kali. Air yang kuminum rasanya hambar, tapi setidaknya bisa mengusir sisa asin yang masih menempel di langit-langit mulut. Tanganku masih sedikit gemetar saat mengusap sudut bibir dengan tisu basah. Tiba-tiba, dari kubikel di sebelah, terdengar suara desahan pelan. Aku mengerutkan kening. Awalnya kukira hanya orang yang sedang kesulitan buang air. Tapi desahan itu semakin jelas—napas yang memburu, disusul suara basah yang sangat familiar.
4.5K viewsOngoingAdded to Library 154 Times as kenapa mendesah
Read
+Library
PREV
1
...
456789
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status