Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pria Pertamaku Ternyata Seorang Penguasa

Pria Pertamaku Ternyata Seorang Penguasa

Dia berdehem, berusaha mengatur desahan nafasnya dengan gugup. “Bagaimana kalau kamu istirahat di apartemenku saja?”
1015.4K viewsCompletedAdded to Library 399 Times as kenapa mendesah
Read
+Library
MAAF MAS, AKU MEMILIH BAPAKKU YANG PIKUN.

MAAF MAS, AKU MEMILIH BAPAKKU YANG PIKUN.

Siapa tau, kan? Nafas Mande dibuat ngos-ngosan karena berlari sekuat yang ia bisa. Tenaganya terkuras dan tenggorokan kering sebab kekurangan dahaga. Mande mengambil botol air mineral lalu meneguknya berkali-kali. "Huh! Kenapa sih, dengan orang-orang itu?" tanya Mande pada dirinya sendiri. Ia masih dalam kebingungan dengan situasi yang tiba-tiba saja terasa mencekam.
1016.1K viewsOngoingAdded to Library 403 Times as kenapa mendesah
Read
+Library
Pengantin Pengganti untuk Sang Majikan

Pengantin Pengganti untuk Sang Majikan

dan mendesah lirih, suara yang tenggelam dalam dinginnya udara dini hari. Saat mencoba bangkit, Jenn langsung memejamkan mata dan mendesis pelan. “Ah… ya ampun...” Pinggangnya nyeri luar biasa. Ia menggigit bibirnya, menahan sakit, lalu perlahan menarik selimut lebih tinggi, membungkus tubuhnya yang polos hingga ke dada. Hawa dingin AC merambat cepat ke kulitnya, membuatnya sedikit menggigil.
9.751.2K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as kenapa mendesah
Read
+Library
Sebatas Teman Ranjang

Sebatas Teman Ranjang

“Tapi ... kayaknya aku belum ngerasa denyutan itu hari ini.” “Karena dedeknya lapar. Dia bakal diem kalo lapar, aktif gerak kalo kenyang. Untung dedeknya kuat, tetep sehat meski ibunya gak perhatiin makannya.” Delisha tiba-tiba mengomel, gemas. “Minta maaf sama dedeknya sana,” titahnya terdengar menegur.
1.6K viewsCompletedAdded to Library 31 Times as kenapa mendesah
Read
+Library
ANAK KESAYANGAN IBUKU

ANAK KESAYANGAN IBUKU

Menghela nafas berkali-kali, sesak itu yang aku rasakan. Aku menyibak selimut dan memutuskan keluar kamar untuk mengambil air minum. Rasanya tenggorokanku kering sekali. Usai mengambil minum, aku kembali memastikan kondisi Desi. Rupanya, dia sudah tak berada di sofa dan itu terjadi beberapa menit yang lalu. Segera aku hubungi nomornya dan tersambung. "Hallo!" jawabnya dengan suara serak.
1025.8K viewsCompletedAdded to Library 645 Times as kenapa mendesah
Read
+Library
Ujian Kesetiaan Saudara

Ujian Kesetiaan Saudara

Payudara sebesar itu, kalau diremas pasti terasa mantap sekali. Apalagi kalau bisa… merasakannya langsung, mungkin aku bisa mati kehabisan napas karena terhimpit! Dalam bayangan liar itu, aku semakin sulit mengendalikan diri. Desahan demi desahan mulai lolos dari mulutku, “Hmm… ah….”
6.6K viewsCompletedAdded to Library 177 Times as kenapa mendesah
Read
+Library
Terjebak di Dunia Lain

Terjebak di Dunia Lain

Dia tak ingin mendengarnya lagi dan mulai duduk bersila menetralkan nafasnya yang naik turun bagaikan sehabis mendaki gunung yang tinggi. "Kau kenapa ?" tanya Dirga keheranan. "Tidak apa-apa, aku hanya merasa sesak nafas saja." "Kau perlu istirahat yang cukup." "Iya terima kasih." Desahan dan erangan tadi masih terngiang terus di telinganya. Keringat dingin masih terlihat mengucur di keningnya. Tak berapa lama puteri Balqis dan Rendy keluar dari kediamannya. Mereka terlihat bergandengan tangan dengan mesra.
9.541.6K viewsOngoingAdded to Library 1.5K Times as kenapa mendesah
Read
+Library
SUAMI ONLINE

SUAMI ONLINE

Bulir bening menetes membasahi pipi kala raga menahan segala rasa. "Ya Allah, sakit banget ... apa ini sudah saatnya melahirkan?" batin Kenes. Tangannya berusaha mencari ponsel di saku baju, tetapi ternyata ia meninggalkannya di meja ruang tamu. Keringat dingin mulai membasahi kening membayangkan nasib buruk pada dirinya. Ia tidak mau meninggalkan Danesh sendirian dengan rindu yang tidak mungkin terobati.
1016.4K viewsCompletedAdded to Library 361 Times as kenapa mendesah
Read
+Library
(BUKAN) PENGANTIN SEWAAN

(BUKAN) PENGANTIN SEWAAN

Senyum itu terpaksa, menampakkan kedok ketidakpastian di baliknya. Dada Dini naik turun dengan cepat, napasnya tersendat-sendat seakan kesulitan memompa oksigen ke paru-parunya. Setiap hembusan napasnya terdengar seperti desahan lelah, menandakan betapa dalamnya tekanan yang dirasakannya saat ini. Keringat mulai membasahi dahinya, membentuk butir-butir kecil yang meluncur perlahan ke pipinya.
1016.3K viewsOngoingAdded to Library 359 Times as kenapa mendesah
Read
+Library
Dinodai adiknya, dinikahi kakaknya

Dinodai adiknya, dinikahi kakaknya

Setiap tarikan napas yang keluar terdengar berat, seolah udara pun enggan masuk dengan mudah ke dalam paru-parunya. “Bang… mungkin aku hanya kecapekan,” suara Alika terdengar lirih, nyaris hilang di udara, tapi tetap memaksakan diri keluar. Ia mencoba tersenyum tipis, meski hasilnya hanya membuat Sadewa semakin perih melihatnya. “Jangan terlalu khawatir, ya…”
9.314.2K viewsCompletedAdded to Library 340 Times as kenapa mendesah
Read
+Library
PREV
1234569
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status