Dua Kakak Tiriku Yang Posesif
“Dominic, apa kau merasa sesak? Apa pelurunya mengenai pembuluh darah? Dokter tadi bilang itu hanya luka samping!”
Ibuku, Sarah, juga ikut mendekat dengan raut cemas. Tangannya sampai terangkat ke dada sendiri.
“Dominic, jangan bercanda soal jantung,” katanya cepat. “Aku akan panggil dokter lagi sekarang juga. Kita tidak bisa main-main dengan rasa sakit di dada."
Aku refleks melangkah maju, ingin memastikan sendiri keadaan kakak tiriku itu.