Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ibu Susu Bayi Mafia Kejam

Ibu Susu Bayi Mafia Kejam

Wajah nya terlihat kesakitan, bahkan air mata juga terus mengalir dari ke dua pelupuk matanya tanpa dirinya itu sadari. "Semoga kali ini pria tua itu mau menolong ku! Kalau sampai David tahu, aku bukan lah sosok Ara yang di cari oleh nya bagaimana dengan nasib ku?" gumam Keira dalam hatinya, walau pun sekarang ini rasa sakit yang mendera tubuhnya sangat sulit Setelah beberapa saat menjalani tes kesehatan. Akhirnya hasilnya pun keluar. Keira hanya duduk terbaring lemas, bahkan darah yang sebelumnya masih mengucur. Sekarang mulai mengering.
1012.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 251 kali sebagai kera kera apa yang sakit
Baca
+Pustaka
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Ketika hal itu ditanyakan kepada Baraka, Pendekar Kera Sakti itu hanya menjawab, "Aku tak tahu. Aku baru saja siuman dari pingsanku." "Oh, kau sempat pingsan!" "Ya, karena menahan rasa sakit yang datang lagi secara bertubi-tubi ini!" sambil ia menunjuk kakinya yang kian membusuk.
1030.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 825 kali sebagai kera kera apa yang sakit
Baca
+Pustaka
OBSESI TUAN STERLING

OBSESI TUAN STERLING

"Vera? Ada apa? Apa ada yang sakit?" Vera tidak menjawab dengan kata-kata. Ia mencengkeram sprei sutra mereka, napasnya mulai pendek-pendek. "Sakit... perutku nyeri sekali, Kaelan. Rasanya... seperti ada yang mendorong dari dalam."
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai kera kera apa yang sakit
Baca
+Pustaka
Ibu Susu untuk Madu Suamiku

Ibu Susu untuk Madu Suamiku

“Baby, kamu kenapa? Ada yang sakit?” Kira mengangguk. “Di bagian mana?” tanya Kai cepat. “Di pinggang?” “Perut aku tiba-tiba sakit, Mas,” keluh Kira, lalu beberapa detik kemudian ia menghela napas lega karena rasa sakit itu kembali hilang. Namun, tidak dengan Kai. Mendengar Kira merasakan sakit perut, raut muka Kai seketika berubah menegang. “Baby, kita ke rumah sakit sekarang!”
9.350.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai kera kera apa yang sakit
Tampilkan Ulasan (15)
Baca
+Pustaka
Langit
bagus banget, ngaduk2 emosi tapi kalo dilihat dari ciri khas penulis kayanya mau disakitin model apapun bakalan rujuk sih kyak 4 novel yg terdahulu, terlalu muluk sama ngelunjak ga sih kalo aku minta buat akhir cerita kira sma kai ini sad ending aja ga usah bersama. kira terlalu baik.
lullaby dreamy
demi apa ini nyakitinnya brutal bgt dr cerita² yg prnh kak ocha buat . baru baca sinopsis aja udh kpengen lambaikan tangan kearah kamera . bgtu udh baca ke 10 bab, fix lgsg kibarkan bendera putih..gak kuaatt T.T trlalu nyakitin hati bacanya, lead malenya brengsek luar biasa . nunggu tamat aja sptnya
Baca Semua Ulasan
Kita dan Cerita

Kita dan Cerita

tanya Andra pada Raina yang terlihat sedang memijit mijit kecil kakinya. “Kayaknya karena sepatunya deh kak, kurang nyaman. Kemarin beli pas banget dikaki” Raina melepaskan sepatunya dan memilih untuk memakai kaus kaki saja sambil makan. “Pasti sakit, tadi lumayan jalan kesininya” Andra menatap Raina prihatin. Raina yang merasa tidak enak ditatap seperti itu segera memberikan Andra buku menu yang tergeletak dimeja mereka.
18.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 509 kali sebagai kera kera apa yang sakit
Baca
+Pustaka
Hati yang Tersakiti

Hati yang Tersakiti

sahut Kiara pelan. “Kalian nggak ke dokter? Periksa kek. Siapa tahu ada yang salah.” Cerocos Utami lagi. “Jangan-jangan kamu mandul lagi, Ki.” Sup yang baru saja ditelan Kiara seperti membakar tenggorokannya. Mandul? Kata itu sudah berulang-ulang kali menghantui benaknya. “Mereka kan masih muda,” Arianto Djaya menengahi, “masih banyak waktu untuk berusaha, Ma.”
1038.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai kera kera apa yang sakit
Baca
+Pustaka
Karma(penyesalan)

Karma(penyesalan)

Mereka khawatir akan lebih buruk lagi, jika terus dibiarkan. "Bagaimana kondisinya dok? bukankah seharusnya dia tidak seperti ini, luka tembak dikakinya semakin membaik, namun mengapa dia belum sadarkan diri juga?" Tanya Edwin, yang penasaran dengan kondisi Herman. Dokter yang menanganai Herman tersenyum. Ia tahu, kalau Herman sakit bukan hanya karena luka di kakinya. Melainkan karena rasa rindu yang terlalu berat. Sehingga mengakibatkan stress akut. Dan mempengaruhi kondisi seseorang.
1054.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai kera kera apa yang sakit
Baca
+Pustaka
POLIGRAF

POLIGRAF

"Gue pingsan berapa lama, Kak? Kakak nggak pernah mandi ya selama gue pingsan? Kok nggak pernah ganti baju?" Kila menyorotkan tatapan datar pada tanggapan Kala yang tidak konsekuen dengan pertanyaannya. Ia kemudian mendekati brankar tempat Kala terkapar. "Untungnya, nggak ada cidera parah atau luka dalam, cuman kelelahan akut. Dokter bilang kalo lo bisa pulang begitu udah pulih. Gimana? Lo ngerasain sakit di bagian mana?"
107.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 251 kali sebagai kera kera apa yang sakit
Baca
+Pustaka
Please, Ceraikan Aku!

Please, Ceraikan Aku!

Namun, dia langsung menghempaskan tanganku. “Apakah tidak ada yang bisa kamu ucapkan selain menyalahkan aku? Jahat kamu, Mas! Jahat! Aku selama ini yang tersakiti. Namun, kamu selalu saja menganggap aku yang salah. Dan lagi, sekarang, setelah tidak bertemu dalam waktu yang lama, kamu kembali untuk menyalah aku. Salah karena tidak memahami kamu! Salah karena pergi tanpa mendengar penjelasan dari kamu! Salah karena tidak menunggu kamu untuk bercerita. Kenapa kamu masih saja menyalahkan aku, tanpa melihat letak kesalahan kamu. Jahat kamu, Mas! Aku benci Kamu!” Suara Vara meninggi. Dia semakin histeris. Aku berusaha untuk memeluknya. Namun, tangan ini selalu saja terhempas.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai kera kera apa yang sakit
Baca
+Pustaka
MAAF! AKU CACAT

MAAF! AKU CACAT

Dia juga bukan penderita Corona, yang menularkan penyakitnya ke khalayak ramai. Bahkan menurutku kasus Melga bukan tergolong penyakit. Dia hanya mengalami kerusakan pada alat geraknya, bukan kelainan penyakit mematikan seperti AIDS atau HIV. "Hoy Reyfan!" tegur Rukly berteriak di telingaku. "Ditanya bukannya jawab malam melamun," runtuknya. Aku mendecak. "Pertanyaan Lo nggak guna."
101.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai kera kera apa yang sakit
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status