Kurelakan Suamiku Mendua
Dia merasa bahwa Delia sengaja berbuat demikian, untuk memanas-manasinya.
"Sudah, Mbak. Jangan sedih. Siapa tahu malah aku yang hamil lebih dulu. Iya, kan?" cetus Delia, membuat Arunika semakin meradang. Namun, dia tak ingin terlihat kalah.
Arunika meraih segelas air, dan menghabiskan separuh isinya dalam sekali tarikan napas. Dia meletakkan gelas itu dengan gayanya yang anggun. "Memang benar. Kita tidak tahu siapa yang lebih dulu mendapatkan rezeki dari Tuhan. Kalau pun aku belum mendapatkan kesempatan itu, tidak masalah. Yang paling penting adalah sabar dan selalu setia terhadap pasangan," ucap Arunika setengah menyindir.
Hot Chapters