DIPTA
Ia menarik selimut sedikit lebih tinggi, mencoba mencari posisi yang lebih nyaman.
“Masuk angin kali…”, gumamnya pelan.
Ia memang beberapa kali pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya. Mual, tidak enak badan, biasanya karena telat makan atau kecapekan, harusnya kali ini pun juga sama. Aira memejamkan mata lagi. Beberapa menit kemudian, rasa itu kembali datang, kali ini lebih kuat. Ia langsung membuka mata dan tangannya refleks menekan perutnya pelan.
Bab Populer