Gairah Liar Perselingkuhan
“Ah, basi. Lo nggak bisa bohongin gue, Kai. Lo tuh kalau lagi kusut keliatan banget dari muka lo. Ngaku aja.”
Aku membuka pintu mobilku, memasukkan tas kerjaku ke dalam, lalu berbalik menghadap Serenity. “Nit, lo tuh kepo banget ya. Gue bilang nggak ada apa-apa, ya udah,” kataku sambil menyandar ke tepi jok mobil.
Dia tertawa kecil. “Eh, ngomong-ngomong,” lanjutnya sambil melipat tangan di depan dada, “kemarin ada yang kontak gue, nawarin pindah company. Triple salary.”