Gendut Alasan Suami Mendua
pintaku sembari memijat kening.
"Iya, Bang," jawab Ida kemudian berlalu dari pandangan mataku. Sementara Ibu memalingkan wajah, berjalan melewatiku ke arah kamarnya. Mungkin hendak beristirahat ke kamar. Kepala pusing dan mata yang sedikit mengantuk, membuatku perlahan memejamkan mata sambil menunggu kopi buatan Ida tiba. Namun, mataku tak mampu terpejam saat terngiang di otakku bayangan wajah Tiara dan kedua anakku yang kini sudah tiada. "Kembar, Papa kangen, Sayang," lirihku kemudian. Semenjak Kembar pergi, sebenarnya duniaku terasa sepi. Entah siapa yang harus ku salahkan.