Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menantu Kaya Dipuja, Menantu Miskin Dihina

Menantu Kaya Dipuja, Menantu Miskin Dihina

“Naila, malam ini Papa akan mengijabkanmu dengan lelaki yang kamu cintai, Papa harap kamu akan membukakan mata, setelah ijab qobul ini selesai. Tapi, kalau kamu ingin pergi, pergilah setelah ijab qobul ini selesai! supaya kamu tidak merasakan sakit lagi! kami semua ikhlas melepasmu! Jika itu yang terbaik untukmu,” Bibirku rasanya bergetar, mata terasa kian panas, dada semakin bergemuruh. Ku pegang dada ini, terasa sangat sakit dan sesak. Air mata semakin tak bisa di kendalikan. “Iya, sayang! Kami semua ikhlas, kami semua ridlo, jika itu yang terbaik untukmu,” sahut Bu Laila semakin pecah tangisnya, menenggelamkan kepalanya di dada suaminya.
1040.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai ketika ijab kabul malaikat menangis
Baca
+Pustaka
Pengasuh tuan muda lumpuh dan buta

Pengasuh tuan muda lumpuh dan buta

Raka menggedikkan bahunya acuh kemudian fokus kembali menatap kakaknya yang sangat santai dan tenang saat ijab Qobul. Ijab qobul pun di mulai semua orang terdiam dan suasana menjadi hening hanya suara deru nafas saja yang terdengar. Melati menjadi gugup padahal yang mengucapkan ijab Qabul saja tenang-tenang saja tapi dia yang menjadi gelisah sendiri. Dan kata 'Sah' pun terdengar di ruangan yang luas ini membuat Melati akhirnya bisa bernafas lega.
10104.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai ketika ijab kabul malaikat menangis
Baca
+Pustaka
The Hottest Desire (Bahasa Indonesia)

The Hottest Desire (Bahasa Indonesia)

“Mana mungkin aku mengeluh jika itu semua aku lakukan demi istri manisku ini.” Makaila membalas pelukan Bara dan berkata, “Gombal.” Bara meledakkan tawanya. Ia terlihat begitu bahagia, seakan-akan dunia berada di tangannya. Sayangnya, Bara tidak tahu jika sebuah bencana bagi dirinya sendiri sudah menunggunya esok hari. Karena ternyata, apa yang dikatakan oleh Makaila benar adanya. Para malaikat mendengar apa yang dikatakan oleh Bara dan menyampaikan harapan pria itu kepada Tuhan. Lalu, apa yang akan terjadi selanjutnya?
10100.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.7K kali sebagai ketika ijab kabul malaikat menangis
Baca
+Pustaka
Dream first class

Dream first class

“Kok, Jibril?” “Iya, kan itu nama malaikat.” Aku mengusap air di sudut mata lalu menghela napas. “Maksud bu guru bukan begitu, tapi sini, deh, tak kasih tahu. Malaikat itu ada 10 dalam ajaran Islam.” Ajeng memperhatikan dengan seksama saat aku meregangkan jari jemari untuk mulai berhitung. “Pertama Jibril, Mikail, Israfil, Izrail, Munkar, Nakir, Raqib, Atit, Malik, dan Ridwan.”
102.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai ketika ijab kabul malaikat menangis
Baca
+Pustaka
Gelora Hasrat Pewaris Takhta Dhirendra

Gelora Hasrat Pewaris Takhta Dhirendra

alibi Isla Kavian menarik napas pelan, matanya lembut tapi masih menyimpan ketegasan. “Tidak ada yang salah dengan menangis, Isla. Saya tidak akan menganggapmu lemah hanya karena menangis. Menangis bukan tanda kelemahan tapi tanda manusiawi.” “J-jangan… jangan bilang begitu, Kak” gumamnya, suaranya bergetar menahan air mata yang jelas sudah tumpah
104.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 153 kali sebagai ketika ijab kabul malaikat menangis
Baca
+Pustaka
Kembalinya Putri yang Terbuang

Kembalinya Putri yang Terbuang

Apakah semua pengikut iblis akan bersikap seperti itu? "Senang bisa berbincang denganmu, gadis kecil. Kau benar-benar menghiburku. Sekarang aku tahu kenapa Gabriel memilihmu." Lalu wajahnya terlihat murung namun hanya sejenak. "Dulu dia dan Mikail menangis ketika aku dikutuk dan diusir dari langit. Mereka dulu adalah teman baikku."
9.99.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 317 kali sebagai ketika ijab kabul malaikat menangis
Baca
+Pustaka
Kurelakan Surga Untuk Maduku

Kurelakan Surga Untuk Maduku

Aku tergugu, memeluk lelaki yang selalu ada di setiap sedihku, ku rasakan basah di bahu, ternyata papa pun ikut menangis, bedanya aku menangis sesenggukan, sedangkan dia menangis tanpa suara. “Ya Allah, cobaan apa ini? Mengapa secepat ini engkau tarik nikmat bahagia yang kau berikan kepada keluarga kami, apa tak cukup sepuluh tahun sabar yang kami lewati,” ucapku. Elusan lembut terasa di punggung, aku menoleh, melihat mama sedang mengusap punggungku, dua malaikat berwujud manusia sedang menguatkanku, ku lerai pelukan dari papa, lalu beralih memeluk mama, tangisku semakin pecah, aku merosot ke lantai, memeluk kaki mama. Rasanya aku tak memiliki tulang untuk menopang badanku yang tinggi tegap
106.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 137 kali sebagai ketika ijab kabul malaikat menangis
Baca
+Pustaka
Di Antara Dua Sujud

Di Antara Dua Sujud

Aku setuju, tentu saja. Aku melakukan ijab kabul itu. Semua orang bahagia termaksud ibu Jubaidah. Di ujung ruangan itu, ibu dari Alina malah menangis. Aku tidak tega melihatnya. Apa aku bahagia di atas penderitaan mereka.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai ketika ijab kabul malaikat menangis
Baca
+Pustaka
Ketika Suamiku Tak Lagi Mampu

Ketika Suamiku Tak Lagi Mampu

Aku bisa merasakan hangat telapak tangannya yang sesekali menyentuh punggung tanganku, memberi isyarat bahwa ia ada di sini bersamaku. Ketika ijab kabul diucapkan, suaranya tegas dan lantang. Tidak ada jeda, tidak ada keraguan. Kalimat itu mengalir lancar, membuat seluruh ruangan hening beberapa detik sebelum akhirnya terdengar ucapan “Sah …” dari para saksi dan tamu undangan. Air mataku jatuh begitu saja. Tapi bibir ini tersenyum. Rasa lega yang selama ini seperti tertahan di dada kini terasa membuncah.
1013.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 457 kali sebagai ketika ijab kabul malaikat menangis
Baca
+Pustaka
Jadilah Pria Kencang Kendor

Jadilah Pria Kencang Kendor

Bahkan saat kamu mati di dalam tanah dan terpental dari satu batu belerang ke batu belerang lainnya. Aku. Mengenal. Mu. Aku juga melihatmu, adikku tersayang, jadi hentikan tarikan tanpa henti itu. Itu membuat Yesus menangis dan membuat malaikat-malaikat kecil kehilangan sayap. Mereka akhirnya terbang menyamping dan meluncur di atas awan. Bukan pemandangan yang bagus untuk surga. Open mind. Sesuatu yang tidak kamu miliki. Ulangi setelahku. Kurang itu lebih baik. Dunia adalah milikku. Hidup terlalu singkat. Arjuna Galih itu orang bodoh.
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai ketika ijab kabul malaikat menangis
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status